Rumah Flora Seri Nusantara Episode 4

Rumah Flora Seri Nusantara Episode 4

Karakteristik Flora Alpin dan Subalpin di Pegunungan Tengah Papua

Rumah Flora Seri Nusantara: Pulau Papua merupakan episode keempat program kolaborasi antara Botanika dengan Maknakata. Rumah Flora telah dilaksanakan pada Minggu, 28 Agustus 2022 pada pukul 17:00 – 18:00 WIB dengan judul “Karakteristik flora alpin dan subalpin di Pegunungan Tengah Papua”.

Program ini disiarkan secara langsung melalui platform Instagram Live yang dibawakan oleh Peniwidiyanti dan M. Rifqi Hariri, serta menghadirkan Dominggus Tangkemali sebagai narasumber pasa sore hari itu.

Diskusi diawali dengan penjelasan mengenai lokasi dan kondisi umum di Pegunungan Tengah Papua yang disampaikan oleh Dominggus, salah satu penggiat alam yang sedang mengamati Pegunungan Tengah Papua selama lima tahun belakangan ini. Diskusi dilanjutkan dengan mengulas fakta-fakta menarik, karakteristik flora alpin dan subalpin, dan tanaman-tanaman yang ada di Pegunungan Tengah Papua.

Salah satu bentang alam yang terdapat di ekosistem Pegunungan Tengah Papua.

Pegunungan Tengah Papua disebut demikian, karena dilihat dari topografinya, letak Pegunungan Tengah Papua berada di bagian tengah-tengah Papua, terbentang dari arah barat hingga ke timur, menembus hingga ke Papua Nugini. Kawasan ini masuk ke dalam beberapa kabupaten di Provinsi Papua yaitu, Mimika, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Jaya Wijaya, Yahukimo, Ndua, dan Asmat. Sebagian dari Pegunungan Tengah Papua merupakan kawasan Taman Nasional (TN) Lorentz yang menjadi TN terbesar di Asia Tenggara dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Ditinjau dari aspek keragaman ekosistem mencakup seluruh tipe ekosistem, mulai dari ekosistem perairan laut, ekosistem pesisir, ekosistem hutan pantai, ekosistem hutan rawa, ekosistem hutan dataran rendah, ekosistem hutan kerangas, ekosistem hutan pegunungan, ekosistem subalpin dan alpin.

Jenis tumbuhan seperti lumut, semak kecil, dan herba yang banyak dijumpai pada ekosistem alpin dan subalpin di Pegunungan Tengah Papua.

Berbagai macam keanekaragaman hayati terdapat di TN Lorentz baik flora maupun faunanya. Karakteristik tumbuhan yang berada pada ekosistem subalpin umumnya ditumbuhi oleh jenis herba, semak rendah, hingga pohon kecil. Sedangkan, ekosistem alpin umumnya hanya ditumbuhi oleh jenis tumbuhan seperti lumut, semak kecil, dan herba. Satwa diduga menjadi salah satu penyebar tumbuhan melalui biji-bijian. Beberapa satwa yang dapat dijumpai di Pegunungan Tengah Papua yaitu, burung anis gunung (Turdus poliocephalus), burung bondol jayawijaya (Lonchura montana), itik gunung (Salvadorina waigivensis), dan singing dog (Canis dingo hallstromi). Menurut Dominggus, jenis flora yang menarik yaitu, genus Rhododendron karena memiliki keragaman yang tinggi, ukuran bunga besar hingga kecil, warna bunga yang menarik dan dapat berbunga dua kali dalam setahun, selain itu terdapat bunga edelweis (Anaphalis hellwigii) yang tumbuh pada savana di ketinggian lebih dari 3.000 m dpl.

 

Singing dog (Canis dingo hallstromi)

Bunga edelweis (Anaphalis hellwigii)

Beberapa fakta menarik yang terdapat di TN Lorentz yaitu, adanya gletser atau salju abadi di Puncak Jaya, selain itu menurut penelitian, hutan kerangas di kawasan TN Lorentz menjadi tempat terbasah (hutan hujan tropis) yang terletak di mile 50 karena faktor topografinya, serta fenomena perjumpaan dengan burung bangau dan kerabat bebek di hutan dataran tinggi.

Beberapa kegiatan konservasi perlu dilakukan dan dikembangkan sebagai upaya dalam pelestarian fauna dan flora. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah eksplorasi untuk mengetahui potensi-potensi yang ada di Pegunungan Tengah Papua dan bioprospeksi untuk mengetahui interaksi masyarakat dengan alam, seberapa besarkah pemanfaatan terhadap tumbuhan.

Pemaparan mengenai diskusi ini dapat disaksikan pada akun Instagram @botanika_id dan @hellomaknakata. Sampai jumpa pada Rumah Flora Seri Nusantara (Episode 5) pada bulan Oktober yang akan mengangkat topik seputar tetumbuhan di sekitar Pulau Sulawesi dan Kepulauan Maluku.

Add a Comment

Your email address will not be published.