Koeksistensi Macan Tutul Jawa

Koeksistensi Macan Tutul Jawa

Judul buku: Koeksistensi Macan Tutul Jawa

Format: E-book

Penulis: Misbah Satria Giri, dkk.

Jumlah halaman: 75

Tahun terbit: 2022

Panjang: 17,6 cm

Lebar: 25 cm

ISBN E-book: 978-623-98077-6-4

Ringkasan:

Perjumpaan dengan macan tutul jawa di alam liar hampir selalu berakhir secepat dimulainya. Momen tersebut begitu magis, sekaligus membuat frustrasi, meninggalkan kesan yang menyihir sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu yang teramat dalam. Sebagai predator teratas dalam rantai makanan, macan tutul jawa telah lama diromankan sebagai figur yang buas, berbahaya, dan misterius oleh sebagian besar dari kita. Namun di atas semua itu, macan tutul jawa hanyalah satwa yang banyak disalahpahami, suatu kondisi yang dulu berkontribusi besar pada kepunahan harimau jawa dan sama-sama pernah kita sesali bersama.

Selepas dari kepunahan harimau jawa pada dekade 1980-an, macan tutul jawa menyandang status sebagai kucing besar terakhir di Pulau Jawa. Pengembaraannya pun kini terbatas hanya pada fragmen-fragmen hutan yang tak lagi tersambung satu sama lain. Dan dengan sejarah panjang konfliknya dengan manusia, macan tutul jawa hampir-hampir menjelma menjadi hewan supranatural bagi kita. Melangkah ke dalam dunia mereka sama halnya dengan memasuki kegelapan hutan-hutan Jawa, baik di malam hari oleh karena sifatnya yang sebagian besar nokturnal dan krepuskular, atau di siang hari, saat kucing besar ini tersembunyi dalam kanopi belantara yang tak tertembus sinar matahari.

Salah satu rumah terakhir kucing besar ini berada di sebuah daerah yang tak kalah unik dan istimewa dengan penghuninya itu sendiri: wilayah operasi panas bumi Star Energy Geothermal Salak (SEGS). Daerah yang telah dikembangkan selama lebih dari 30 tahun sebagai kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ini adalah salah satu area dengan konsentrasi macan tutul jawa tertinggi di Pulau Jawa. Hal ini mematrikan sebuah enigma besar di dalam setiap benak peneliti alam liar. Mengapa, dan bagaimana sebuah kawasan yang diasosiasikan dengan aktivitas eksploitatif manusia, dapat tetap menjadi rumah yang ditinggali dan dihidupi oleh karnivora besar terakhir di Pulau Jawa ini? Buku ini mencoba menggali perspektif dunia macan tutul jawa dalam interaksinya dengan keberadaan PLTP di dalam wilayah operasi panas bumi SEGS, serta memberi pemahaman mendalam tentang bagaimana kehidupan satwa karismatik ini dapat berjalan harmonis di dalamnya.

Untuk mendapatkan salinan dari buku tersebut, silakan mengisi formulir berikut: https://bit.ly/formulirpermohonanbukubotanika

Add a Comment

Your email address will not be published.