Menyebar Pengetahuan Ilmu Botani Dan Konservasi Alam Melalui Akademi Botani
Akademi Botani: Pelatihan Botani Terpadu sukses dilaksanakan pada 18–22 November 2024 di dua lokasi, yaitu Kantor Yayasan Botanika di Bogor dan Bumi Bagja Food Forest di Sukabumi.
Topik yang disampaikan seputar ekologi dan ekosistem tropis Indonesia, analisis vegetasi, sejarah ilmu botani, hingga berbagai teknik identifikasi dan preparasi material tumbuhan di lapangan. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pengayaan materi tentang pengantar ilmu etnobiologi, biologi konservasi tumbuhan, serta pengendalian dan manajemen tumbuhan asing invasif. Pelatihan ini dirancang dengan metode yang beragam, meliputi penyampaian materi oleh para ahli, diskusi mendalam, hingga praktik langsung untuk meningkatkan keterampilan pengambilan data vegetasi dan botani di lapangan.


Penyampaian materi dan diskusi selama pelatihan
Pelatihan ini terdiri dari kegiatan di dalam dan di luar kelas. Pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, keterampilan dalam identifikasi tumbuhan perlu pemahaman secara langsung, sehingga mengenali dan membedakan jenis tumbuhan di lapangan menjadi aspek penting yang ditekankan, terlebih dengan pendampingan para ahli di bidangnya. Peserta tidak hanya diajarkan tahapan sebelum pengamatan ekosistem dan vegetasi dilakukan, tetapi juga dilatih untuk memahami proses pengambilan data di lapangan. Kemampuan ini lah yang nantinya akan terus menerus diasah agar peserta menjadi mahir. Kemampuan ini mencakup keterampilan memilih seranting tumbuhan untuk diamati, didokumentasikan, hingga memanfaatkan hasilnya secara bijak.

Praktik langsung yang dilakukan di Bumi Bagja Food Forest
Aktivitas pasca-lapangan juga menjadi bagian penting dari pelatihan ini. Peserta belajar pembuatan herbarium, pengelolaan dokumentasi, pengolahan data lapangan, hingga proses analisis vegetasi untuk memahami kondisi floristik dan struktur hutan yang diteliti.

Aktivitas pasca-lapangan berupa preparasi sampel tumbuhan
Seluruh rangkaian proses ini dipelajari secara intensif melalui diskusi dan konsultasi langsung dengan para pemateri, sehingga peserta memperoleh wawasan lebih mendalam. Bahkan, konsultasi lanjutan pasca-pelatihan juga difasilitasi untuk menjaga silaturahmi serta berbagi informasi terkait perkembangan ilmu botani dan kondisi ekosistem Indonesia.
Melalui kebersamaan dalam mempelajari beragam jenis tumbuhan dan ekosistem di Indonesia, Akademi Botani: Pelatihan Botani Terpadu diharapkan dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang. Fatkurrahman, selaku ketua Yayasan Botanika, menyampaikan harapannya pada penutupan acara di Sukabumi, “Kami berharap dapat menyebar pengetahuan ilmu botani dan konservasi alam lebih dekat kepada masyarakat Indonesia”.