Antara Refleksi dan Proyeksi: Sebuah Komitmen Botanika dalam Mendorong Jejaring Masyarakat Botani di Indonesia
Botanika sebagai organisasi yang mendorong tumbuh dan berkembangnya jejaring sosial masyarakat botani Indonesia menyelenggarakan pertemuan tahunannya pada akhir pekan lalu, Sabtu 17 Februari 2024.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh dewan pengawas dan pembina yayasan Botanika, Dr. Bayu A. Yulianto dan Dr. Agr. Yayan Wahyu Chandra Kusuma, M.Sc.
Acara tahunan ini menjadi kesempatan bagi seluruh anggota untuk berkumpul dan merayakan capaian, menyoroti tantangan tahun sebelumnya dan menyusun program untuk menyongsong tahun depan dengan penuh kebahagiaan dan semangat.
Dalam pertemuan ini, Botanika menyelenggarakan rangkaian presentasi dan diskusi interaktif yang bertujuan untuk mendalami isu-isu strategis yang memengaruhi jalannya pelaksanaan program organisasi juga merencanakan langkah-langkah pengembangan dan keberlanjutan program di tahun berikutnya.

Para personil Botanika di rapat tahunan 2024
Terdapat beberapa topik yang menjadi bahasan utama dalam pertemuan tahun ini, di antaranya; penelitian dan pendidikan, diseminasi program, dan aktivitas Botanika lainnya.

Kaleidoskop program Botanika pada tahun 2023
Pada topik pertama, beberapa capaian membanggakan bagi Botanika di antaranya; terselenggaranya kolaborasi antara Botanika dengan Dinas Kehutanan Kalimantan Utara dalam penyusunan data vegetasi untuk Kawasan calon Kebun Raya Bundayati.
Penelitian kolaboratif selanjutnya antara Botanika dengan PT ANTAM UBPE Pongkor dengan tema “konservasi tumbuhan terancam punah palahlar (Dipterocarpus hasseltii Blume) melalui program pemulihan ekosistem berbasis genetika populasi di area konsesi PT ANTAM UBPE Pongkor” juga terlaksana dengan sangat baik.

Eksplorasi yang dikerjakan di wilayah kerja PT ANTAM UBPE Pongkor
Selain itu, kami juga berkolaborasi bersama dengan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) dalam kegiatan eksplorasi dan identifikasi tumbuhan di sekitar Gn Sanggabuana dan membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ranger dan baraya SCF dalam penelitian botani dan mendata jenis tumbuhan yang ada di Gunung Sanggabuana, Karawang yang sedang dicanangkan untuk menjadi taman nasional.

Eksplorasi kolaborasi dengan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) di Gunung Sanggabuana
Program yang mendukung berkembangnya jejaring Masyarakat botani juga terlaksana dengan apik, yaitu 5 program Rumah Flora dan 4 seri Akademi Botani.

Pada topik kedua, program diseminasi, Botanika pada tahun 2023 berhasil menerbitkan 2 buku dan 7 publikasi ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional.

Untuk topik ketiga, aktivitas lainnya, Botanika melalui beberapa anggotanya menjadi narasumber dalam berbagai acara diskusi yang diselenggarakan pemerintahan maupun swasta. Pada tahun 2023, Arifin Surya Dwipa Irsyam, M.Si. dan M. Rifqi Hariri, M.Si. menjadi narasumber dalam beberapa platform program di antaranya di TVRI Bandung.

Dan juga, Botanika diundang oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) untuk melaksanakan pelatihan mengenai analisis vegetasi bagi para peserta pembinaan kader konservasi TNGHS. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh anggota kami, Prima Anggoro, S.Hut. sebagai ahli ekologi hutan. Dalam pelatihan ini, peserta kader konservasi mengikuti dengan penuh antusias.

Untuk proyeksi program di tahun 2024, Sahabat Botanika dapat terus mengikuti informasi terbaru di kanal-kanal media sosial kami.
Pada gilirannya, pertemuan tahunan ini adalah momen penting dalam kalender tahunan kami, di pertemuan ini kami dapat berkumpul sebagai komunitas untuk merayakan prestasi kami, merenungkan tantangan yang dihadapi, dan menginspirasi satu sama lain untuk mencapai lebih banyak lagi. Kami sangat bersemangat untuk berbagi visi dan rencana kami untuk masa depan, sambil menghargai dukungan dan kolaborasi yang tak ternilai dari semua yang terlibat.