Rumah Flora Seri 2 – Teka-Teki dalam Dunia Botani

Rumah Flora Seri 2 – Teka-Teki dalam Dunia Botani

Apakah kita sudah mengenal istilah botani dengan benar ?

Rumah Flora kembali hadir dengan seri kedua di tahun 2023 dengan topik diskusi yang menarik sekali yaitu “Teka-teki dalam dunia botani: Apakah kita sudah mengenal istilah botani dengan benar?”. Diskusi diselenggarakan secara daring melalui Instagram Live pada akun @botanika_id dan @hellomaknakata pada Sabtu, 8 April 2023, pukul 16.00–17.00 WIB.

Diskusi rumah flora kali ini menghadirkan ahli biosistematika molekuler tumbuhan dari BRIN yaitu Muhammad Rifqi Hariri, M.Si. Diskusi diawali dengan pembahasan terkait istilah botani yang dikenal oleh khalayak umum. Banyak istilah botani yang diketahui oleh khalayak umum, namun masih ada beberapa istilah yang salah dalam pengertiannya. Diskusi selanjutnya membahas seberapa penting khalayak umum untuk mengetahui dan memahami istilah-istilah botani dan mengapa harus mengetahuinya. Menurut Hariri, pemahaman istilah botani secara langsung di dalam kehidupan tidak terlalu signifikan, namun cukup dan perlu untuk memahaminya, bukan sebagai kewajiban. Perlunya memahami istilah botani agar tidak menurunkan informasi yang keliru ke generasi-generasi selanjutnya dan tidak menjadi kesalahan penyebutan istilah botani secara turun-temurun.

Beberapa istilah botani yang kurang tepat, yang sering digunakan oleh khalayak umum, seperti jambu mente atau jambu monyet (Anacardium occidentale L.) yang sering kita sebut sebagai buah (yang berwarna merah dan berair) ternyata itu adalah buah semu, bukan buah aslinya dan yang buah aslinya adalah bagian keras yang berada di bagian bawah buah semu (yang sering kita sebut sebagai kacang mente). Penggunaan istilah botani lainnya yang kurang sesuai yaitu pada buah bunga matahari (Helianthus annuus L.) saat belum dikupas dan bagian yang dapat kita konsumsi itu adalah biji bunga matahari yang sesungguhnya. Ada juga kelompok masyarakat umumnya menyebut pohon pisang, padahal dalam istilah botani itu kurang tepat. Penyebutan pohon pisang menjadi kurang tepat karena, tumbuhan ini tidak berkayu, berair, beruas-ruas. Gedebok atau yang serupa dengan batang tegak berair yang dimiliki oleh pisang merupakan gabungan dari pelepah-pelepah pisang yang sangat banyak.

Mau tahu info menarik dan serunya diskusi terkait teka-teki dalam dunia botani? Silakan bagi teman-teman untuk mengunjungi siaran ulang pada akun Instagram @botanika_id atau ketuk tautan berikut: https://www.instagram.com/p/CqxWaino380/?utm_source=ig_web_copy_link