Eksplorasi Bumi Bagja Food Forest
Botanika dan Bumi Bagja Food Forest telah melakukan eksplorasi tetumbuhan yang berada disekitar talun Bumi Bagja Food Forest pada tanggal 29-30 Januari 2022. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses inisiasi kolaborasi antara Botanika dengan Bumi Bagja Food Forest seluas dua hektar. Bumi Bagja Food Forest, Sukabumi, dipilih sebagai lokasi pada kegiatan kali ini karena adanya beragam jenis tumbuhan asli pegunungan dan tanaman budi daya yang berpotensi pangan, obat, dan manfaat lainnya. Kehadiran ekosistem di sekitar talun menunjukkan adanya hubungan yang erat antara makhluk hidup dan saling memengaruhi. Talun merupakan bentuk konservasi tanah dan air yang berada pada lereng dengan kemiringan 60 derajat. Talun area budi daya yang meliputi berbagai macam komoditas, baik tanaman perkebunan, hortikultura, dan tanaman kehutanan. Dalam konteks kehutanan, talun merupakan salah satu model agroforestry.

Bumi Bagja Food Forest memiliki homestay yang menawarkan makanan khas lezat dan otentik untuk siapa saja yang datang dan menginap. Salah satu makanan khas yang disajikan yaitu aneka olahan dari daging asap yang dalam proses pembuatannya memerlukan waktu hingga 24 jam.

Kegiatan kali ini kami menginventarisasi keanekaragaman jenis tumbuhan yang dijumpai di talun Bumi Bagja Food Forest. Tetumbuhan yang ada merupakan tumbuhan asli pegunungan seperti rasamala (Altingia excelsa), jamuju (Dacrycarpus imbricatus), janitri (Elaeocarpus angustifolius), hamerang putih (Ficus padana) dan beberapa jenis tumbuhan yang sengaja ditanam seperti tanaman pangan, tanaman rempah, alpukat (Persea americana), kopi (Coffea canephora), pala (Myristica fragrans), sawo (Manilkara zapota), dan lain-lain. Sekitaran Bumi Bagja Food Forest masih di jumpai beberapa jenis satwa seperti surili (Presbytis comate), bajing (Callosciurus sp.), burung kutilang (Pycnontus aurigaster), musang (Paradoxurus sp.), burung tepus leher putih (Stachyris thoracica), burung kaca mata (Zosterops japonicus), elang ular bido (Spilornis cheela), king cobra (Ophiophagus hannah), katak pohon bergaris (Polypidates leucomystax), dan lainnya.

Eksplorasi singkat ini berjalan dengan lancar dan menyenangkan, walaupun panas terik matahari membuat kami cepat lelah. Kami beristirahat di sekitar aliran Sungai Cinumpang yang masih berada di sekitar talun Bumi Bagja Food Forest. Kegiatan selanjutnya yang akan kami lakukan yaitu membantu memperkaya aneka tetumbuhan pangan asli Pulau Jawa dan dikembangkan serta dibudidayakan di Bumi Bagja Food Forest.