Selisik Sanggabuana: Eksplorasi Tetumbuhan dan Etnobotani di Gunung Sanggabuana

Selisik Sanggabuana: Eksplorasi Tetumbuhan dan Etnobotani di Gunung Sanggabuana

Menjelang penutupan tahun 2023, Botanika berkolaborasi riset bersama dengan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) untuk melakukan eksplorasi dan pelatihan botani umum. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21–26 Desember 2023 yang berlokasi di Gunung Sanggabuana, tepatnya di sekitar hutan Desa Mekar Buana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.  Adapun tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ranger SCF dan baraya (teman volunter/pemerhati Gunung Sanggabuana) dalam penelitian botani, bersama-sama mendata jenis tumbuhan yang ada di Gunung Sanggabuana, serta menghimpun pengetahuan masyarakat setempat terkait pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Bentang alam di sekitar Gunung Sanggabuana

Gunung Sanggabuana secara administratif berada di empat kabupaten, yaitu: Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur. Puncaknya berada di Kabupaten Karawang dengan ketinggian mencapai 1291 mdpl. Gunung Sanggabuana yang berlokasi di wilayah Karawang Selatan masuk dalam kawasan hutan produksi Perhutani, namun dengan pertimbangan keadaan topografi serta keanekaragaman flora dan fauna yang berada di dalam kawasan, maka Gunung Sanggabuana diklasifikasikan sebagai kawasan perlindungan setempat (KPS).

Salah satu kantor pengelola Perhutani di Curug Cigentis

Gunung Sanggabuana memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan bawah. Pada hutan hujan tropis dataran rendah memperlihatkan keanekaragaman tumbuhan yang melimpah. Berbagai jenis tumbuhan dengan beragam habitus dapat dijumpai seperti pohon-pohon besar, strangler, perdu, herba, palem, epifit, liana, dan lain sebagainya. Kegiatan eksplorasi ini memungkinkan bagi para peneliti untuk melakukan identifikasi tumbuhan yang khas di wilayah tersebut. Dari tiga jalur pengamatan (Curug Cigentis, Curug Piit, dan Pancuran Kejayaan) tercatat lebih dari 200 jenis tumbuhan. Beberapa jenis di antaranya merupakan tumbuhan dengan status langka menurut IUCN Redlist seperti keladan (Dipterocarpus gracilis) yang berstatus Rentan/Vulnerable (VU) dan Merawan (Anisoptera costata) yang berstatus Terancam/Endangered (EN).

Pohon Anisoptera costata di lokasi eksplorasi

Kegiatan eksplorasi di Gunung Sanggabuana ini tentunya memberikan dorongan penting bagi peningkatan upaya konservasi pada ekosistem pegunungan yang tersisa di Kabupaten Karawang ini. Identifikasi jenis tumbuhan unik maupun jenis yang terancam punah akan menjadi landasan atas langkah-langkah pelestarian yang diperlukan. Menyadari nilai lingkungan yang dimiliki oleh tumbuh-tumbuhan ini dapat menginspirasi upaya pelestarian habitat alaminya.

Pengambilan sampel dalam kegiatan eksplorasi

Pelatihan identifikasi tumbuhan umum pun dilaksanakan pada Sabtu, 23 Desember 2023 dengan dihadiri sebanyak 16 orang yang terhimpun dalam ranger dan baraya Gunung Sanggabuana perwakilan dari empat kabupaten. Pelatihan terbagi menjadi 2 sesi utama yaitu pengenalan ekosistem dan botani, serta sesi berikutnya praktik botani umum.

Pelatihan mengenai botani umum oleh M. Rifqi Hariri, M.Si.

Sesi pengenalan ekosistem dan botani ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi hutan di Pulau Jawa yang masih tersisa saat ini dan peran ekosistem Gunung Sanggabuana sebagai kantong terakhir biodiversitas yang berada di sekitar Kabupaten Karawang. Pengenalan botani ini pun diharapkan dapat menjadi bekal teman-teman ranger dan baraya dalam menginventarisasi keanekaragaman tumbuhan di dalam hutan. Sesi praktik botani umum terdiri dari berbagai rangkaian aktivitas, seperti teknik dasar identifikasi jenis tumbuhan hingga tingkat suku/famili, teknik pembuatan herbarium, teknik dasar pengambilan sampel dan penyimpanan koleksi DNA tumbuhan, hingga praktik fotografi botani.

Pelatihan fotografi botani oleh Heri Destrianto, M.Si.

Selain kegiatan eksplorasi tumbuhan, Botanika juga melakukan kajian etnobotani pada masyarakat sekitar Desa Mekar Buana. Kajian ini mengungkapkan bagaimana masyarakat di sekitar Gunung Sanggabuana memanfaatkan tumbuhan untuk keperluan mereka sehari-hari. Sebanyak 31 responden berhasil diwawancara, dengan latar belakang yang beragam dari berbagai kalangan umur dan pekerjaan. Tercatat lebih dari 60 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan berbagai manfaat.

Wawancara yang dilakukan untuk menggali pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tumbuhan

Hubungan antara masyarakat dengan tumbuhan tidak hanya terbatas pada kebutuhan pangan saja, tetapi juga meliputi penggunaannya sebagai tumbuhan herbal, material konstruksi dan perlengkapan rumah tangga, hingga ritual budaya. Tantangan bagi keberlanjutan pengetahuan pentingnya Gunung Sanggabuana dan tumbuhan yang ada di sekitarnya pun semakin meningkat. Perubahan lingkungan dan urbanisasi menyebabkan hilangnya pengetahuan lokal tentang tumbuhan dan penggunaannya. Dalam konteks ini, upaya konservasi tumbuhan dan budaya lokal menjadi sangat penting. Perlindungan terhadap habitat alami tumbuhan dan pengembangan program-program pendidikan tentang keanekaragaman hayati dapat membantu dalam mempertahankan pengetahuan masyarakat setempat untuk generasi mendatang.

Add a Comment

Your email address will not be published.