Tumbleweeds: Kajian Botani, Aneka Jenis, dan Potensi Keinvasifannya

Tumbleweeds: Kajian Botani, Aneka Jenis, dan Potensi Keinvasifannya

Rumah Flora kembali hadir di penghujung tahun sebagai edisi terakhir untuk tahun 2023. Topik diskusi mengenai kali ini adalah tumbleweeds. Diskusi diadakan secara daring melalui Instagram Live pada akun @botanika_id dan @hellomaknakata pada Sabtu, 9 Desember 2023, pukul 19.00–20.00 WIB.

Kali ini, diskusi dipandu oleh Arifin Surya Dwipa Irsyam, M.Si. dan Muhammad Rifqi Hariri, M.Si. keduanya merupakan peneliti di Yayasan Botanika. Diskusi diawali dengan pertanyaan apa itu tumbleweeds?

Tumbleweeds merupakan sekelompok tumbuhan yang tidak berkerabat secara taksonomi, yang ketika sudah menghasilkan biji, akan lepas dari bagian akar atau batang, dan akan menggelinding untuk menyebarkan bijinya. Secara sederhana, tumbleweeds dapat diartikan sebagai tumbuhan yang menggelinding. Mekanisme ini memanfaatkan angin untuk menyebarkan bijinya. Tumbleweeds biasa terjadi di tipe ekosistem gurun pasir atau stepa atau di lokasi yang cenderung kering.

Salah satu tumbleweeds adalah rumput fatimah yang ada di Timur Tengah dengan nama ilmiah Anastatica hierochuntica dari famili Brassicaceae. Uniknya, tumbuhan ini ketika sudah menghasilkan buah atau biji, rantingnya akan tergulung dan kering secara alami dan melepaskan diri dari batang utama dan akan menggelinding mengikuti arah angin.

Di Indonesia, terdapat tumbuhan dengan mekanisme tumbleweeds yang dapat ditemukan salah satunya di daerah pesisir selatan Jawa mulai dari Pantai Parangtritis hingga pantai di Jawa Tengah bagian barat. Tumbuhan ini adalah Spinifex littoreus atau rumput lari-lari dari famili Poaceae. Ketika bagian perbungaan dari rumput ini sudah berbuah, perbungaan ini akan lepas dan kemudian bergulung mengikuti angin pantai dan menyebarkan bijinya.

Sahabat Botanika yang senang menikmati film-film aksi ataupun animasi Hollywood yang menggambarkan adegan koboi di tengah gurun pasir dengan tumbuhan kering yang bergulung-gulung. Salah satu tumbuhan yang sering muncul dalam adegan tersebut adalah Kali tagrus, berasal dari famili Amaranthaceae. Tumbuhan ini merupakan spesies asing invasif yang berasal dari Eurasia dan pertama kali tidak sengaja dibawa pada sekitar tahun 1800-an. Bijinya sering menjadi kontaminan dalam tumbuhan linen, Linum usitatissimum.

Selain beberapa tumbuhan yang telah disebutkan, terdapat satu jenis tumbleweeds yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak babi di Kamboja. Terkadang, tumbleweeds ini juga dikonsumsi oleh manusia. Tumbleweeds ini adalah Amaranthus albus. Tumbuhan ini berasal dari famili Amaranthaceae atau bayam-bayaman.

Secara umum, terdapat sekitar 12 famili yang memiliki kecenderungan untuk menjadi tumbleweeds, yaitu di antaranya Amaranthaceae, Amaryllidaceae, Asphodelaceae, Asteraceae, Boraginaceae, Fabaceae, Poaceae, Lamiaceae, dll.

Mau tahu info menarik dan serunya diskusi terkait tumbleweeds ini? Silakan bagi Sahabat Botanika  untuk mengunjungi siaran ulang pada akun Instagram @botanika_id atau @hellomaknakata klik tautan berikut: https://www.instagram.com/reel/C0ohb4cvbk6/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Add a Comment

Your email address will not be published.