Short Communication: Diversity and Ethnobotany of Araceae in Namo Suro Baru Village, North Sumatra, Indonesia
Bagi masyarakat Indonesia, ragam spesies Araceae sudah mulai dikenal sebagai tanaman hias dan sumber makanan tambahan. Namun demikian, masih terdapat kekurangan informasi tentang beberapa spesies dan pembudidayaannya di beberapa wilayah Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan di Desa Namo Suro Baru, Kecamatan Biru-Biru, Deli Serdang, Sumatra Utara untuk mengidentifikasi dan mempelajari pemanfaatan secara etnobotani spesies Araceae. Sebanyak 48 plot, masing-masing berukuran 2 × 2 m dibangun, dan 30 responden dari masyarakat diwawancarai tentang pemanfaatan aroid secara lokal. Hasil analisis vegetasi mencatat sebanyak 17 jenis tumbuhan Araceae di Desa Namo Suro Baru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatra Utara. Xanthosoma sagittifolium merupakan spesies dominan dengan INP tertinggi yaitu 40,44%, sedangkan Dieffenbachia seguine memiliki INP terendah (0,86%). Bagian tumbuhan yang biasa digunakan penduduk setempat adalah umbi, tangkai daun, dan daun utuh. Empat tujuan utama penggunaan tanaman Araceae diklasifikasikan sebagai makanan, pakan, formulasi atau obat-obatan herbal, dan tanaman hias. Dua spesies bunga bangkai, Amorphophallus titanum dan A. prainii, juga mekar secara berkala di desa tersebut, namun karena merupakan spesies yang dilindungi, penduduk setempat tidak memanfaatkannya untuk kebutuhan mereka.
Untuk dapat mengakses publikasi, silakan klik tautan berikut: https://www.smujo.id/biodiv/article/view/11356